Monday, February 18, 2008

Perencana Keuangan Keluarga Anda

Dalam merencanakan keuangan keluarga ada dua pendekatan yang dilakukan yaitu pertama, menggunakan keahlian para perencana keuangan dan kedua, dengan merencanakan sendiri. Kedua pendekatan yang digunakan selalu meminta informasi yang transparan. Bila menggunakan metode pertama maka kita sebagai objek yang diteliti dan akan dibuat perencanaan keuangan maka kita harus siap terbuka dan mau menerima seluruh pertanyaan dari perencana keuangan tersebut. Data yang kita berikan kepada perencana keuangan tersebut semuanya dirahasiakan. Perencana keuangan akan memberikan sebuah model atau perangkat yang akan kita lakukan selama kehidupan kita.

Rencana-rencana yang dibuat dalam sebuah laporan kemungkinan besar bisa berubah bila terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan informasi yang kita berikan ketika rencana keuangan tersebut dibuat. Di samping itu, kita juga harus siap untuk membayar jasa dari perencana keuangan tersebut. Semakin pintar atau ahli (yang sudah punya nama) perencana keuangan yang kita pakai maka jasanya semakin mahal. Oleh karena itu, kita harus pintar dan bijak menggunakan perencana keuangan tersebut.

Selanjutnya, bila kita telah memutuskan untuk tidak menggunakan perencana keuangan maka kita bisa melakukan perencanaan autodidak dengan membaca buku yang telah beredar di toko buku. Pendekatan ini memerlukan waktu cukup lama dibandingkan dengan waktu yang digunakan perencana keuangan.

DALAM melakukan perencana keuangan, ada lima tahapan yang harus dilakukan.

Pertama, menentukan situasi keuangan kita saat ini. Penentuan situasi keuangan kita saat ini merupakan pekerjaan sangat penting sekali dalam tahapan perencanaan keuangan. Situasi keuangan yang dimaksud, yaitu kekayaan dan utang serta pendapatan yang dimiliki saat ini.

Kekayaan yang dimaksud, yaitu aset apa saja yang dimiliki, baik aset riil maupun aset finansial. Aset riil seperti rumah, mobil, dan aset yang tidak bergerak tetapi masih dapat dijual dan biasanya aset perabotan rumah tidak pernah dimasukkan. Sedangkan aset finansial seperti tabungan, reksa dana, deposito, dan sebagainya, tetapi barang berharga seperti emas, berlian juga sering dimasukkan dalam kelompok ini walaupun sebenarnya kurang tepat.

Selanjutnya, keluarga harus membuat daftar utangnya baik yang mau jatuh tempo dalam jangka pendek maupun jatuh tempo jangka panjang seperti kredit rumah, kredit mobil, kredit televisi, dan sebagainya. Dalam perusahaan dikenal dengan membuat neraca. Pada tahapan ini, keluarga juga harus membuat besarnya pendapatan keluarga dalam sebulan atau dibuat tahunan.

Keluarga harus merenung untuk mendapat seluruh sumber pendapatan, bukan saja dari gaji, lembur dan bonus, tetapi juga pendapatan dari pekerjaan sampingan yang diperoleh. Setelah mendapat hasil pendapatan yang diperoleh maka keluarga harus mendaftarkan seluruh pengeluran yang dilakukan agar jelas apa saja yang dikeluarkan. Dalam menyusun pendapatan dan pengeluaran dikenal dengan menyusun arus kas keluarga di mana dalam perusahaan dikenal dengan menyusun laporan rugi laba.

Kedua, menentukan atau mengembangkan tujuan keuangan kita. Dalam tahapan ini, keluarga menentukan tujuan keuangan yang akan dicapai. Dalam kasus ini, keluarga harus menentukan beberapa hal yang akan dicapai, misalnya, apa saja yang diinginkan ketika sudah pensiun, bagaimana pendidikan anak, dan sebagainya.

Keluarga bisa membuat tujuan keuangan dalam tiga kelompok besar yaitu keuangan dalam jangka pendek sekarang sampai tiga tahun ke depan, keuangan dalam jangka menengah, yaitu tiga tahun sampai delapan atau sepuluh tahun ke depan serta keuangan dalam jangka panjang yaitu lebih dari sepuluh tahun kedepan.

Dalam tahapan ini, keluarga bisa membuat rencana anak harus sekolah di universitas baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pendidikan anak untuk SD sampai SMA harus dapat pada sekolah bermutu. Pembelian rumah yang lebih besar dari sekarang dalam lima tahun ke depan juga harus ditentukan dalam tahapan ini.

Ketiga, mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif tindakan yang akan dilakukan. Dengan memperhatikan tujuan keuangan yang diinginkan maka dibuat beberapa alternatif tindakan yang bisa dilakukan. Tindakan yang dimaksud dalam tahapan ini yaitu alternatif besaran pengeluaran yang akan dilakukan. Termasuk juga tindakan investasi yang akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. Apakah keluarga harus menabung dan mengikuti asuransi juga diuraikan di dalam tahapan ini.

Dengan tujuan jangka pendek maka keluarga harus menabung sebesar “X” dan harus mengikuti asuransi agar keluarga terproteksi. Alternatif tindakan sangat banyak dibuat untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam tahapan ini juga direncanakan pajak yang dibayar untuk setiap alternatif yang dibuat agar tidak terjadi yang tidak diinginkan. Dalam membuat alternatif tindakan maka keluarga harus memikirkan fleksibilitas dari alternatif tindakan tersebut, likuiditas dari investasi yang dilakukan serta proteksinya.

Keempat, menciptakan dan melaksanakan rencana keuangan yang sudah dibuat. Selanjutnya, alternatif tindakan tersebut dipilih satu yang sesuai dengan apa yang dimiliki keluarga.

Alternatif yang dipilih tersebut dilaksanakan secara konsisten agar tercapai rencana keuangan yang diinginkan. Keluarga tidak bisa melakukan tindakan di luar dari rencana yang telah dipilih untuk sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Oleh karena itu, rencana yang dipilih ini merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan keuangan keluarga di masa depan.

Kelima, mengevaluasi dan memperbaiki rencana keuangan yang telah dilaksanakan. Berjalannya waktu, maka keluarga dapat mengevaluasi rencana keuangan yang telah dilaksanakan. Keluarga dapat memperbaiki rencana sesuai dengan data terbaru atau mungkin pendapatan yang meningkat di luar perhitungan sebelumnya. Evaluasi ini sangat penting supaya keluarga dapat melihat apakah rencana yang dilakukan akan mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam melakukan rencana keuangan yang komprehensif maka keluarga harus memahami bahwa tujuan membuat rencana keuangan tersebut, yaitu membuat kualitas hidup lebih pada masa mendatang. Di samping itu, keluarga juga dapat meningkatkan kepuasan dengan mengurangi ketidakpastian di masa mendatang. Oleh karena itu, adanya perencanaan keuangan yang komprehensif membuat keluarga menjadi efektif dalam menggunakan keuangannya, dapat melakukan pengendalian terhadap keuangannya, serta bebas akan keraguan keuangan pada masa mendatang.

Selamat merencanakan keuangan keluarga.